Akupunktur, Perampingan ala Tiongkok

Posted on June 22, 2008. Filed under: Kesehatan |

<!––> <!––>

ADA cara lain yang lebih mudah dan murah untuk membentuk tubuh Anda menjadi proporsional. Metode perampingan yang berasal dari negeri Tiongkok ini berupa tusuk jarum atau yang lebih dikenal dengan akupunktur.

Saat ini, akupunktur memang menjadi salah satu alternatif merampingkan tubuh yang sedang in. Akupunktur yang dilakukan adalah akupunktur telinga. Titik-titik akupunktur yang dituju adalah titik hypothalamus (bagian bawah di daerah tengah otak yang merupakan kumpulan beberapa syaraf, salah satunya mengendalikan rasa lapar dan kenyang), shenmen, perut, metabolik, thyroid, dan titik lapar. Jarum yang ditusukkan di titik lapar, hypothalamus, dan tiroid menyebabkan saraf-saraf berfungsi normal sehingga makan tidak berlebihan.

Sementara, penusukan pada titik metabolik dan stomach menimbulkan pengaruh pada kadar enzim adenosine trifosfat (ATP) yang akan membakar kalori dalam tubuh. Penusukan pada titik lapar dan shenmen menimbulkan depresi pada hypothalamus yang terlalu aktif, sehingga keinginan untuk makan secara berlebihan dapat diatasi.

Penusukan pada titik stomach dan shenmen ditujukan untuk mengurangi efek diet seperti mual, pusing, kembung, mulas, dan nyeri.

“Penusukan pada titik telinga karena telinga adalah manifestasi dari organ dalam. Dari titik itu, diambil titik-titik pencernaan dan otak pikiran. Pasalnya, kadang orang tidak ingin makan, namun karena lapar mata dan keinginan. Jadi, jika ditusuk di daerah itu, mereka menjadi tidak tergoda untuk mencobanya,” tutur dokter ahli akupunktur, dr Sonya Go.

Dia menjelaskan, selain di telinga dan perut, titik lain yang ditusuk adalah kaki, yang berhubungan dengan organ dalam tubuh untuk memperbaiki metabolisme tubuh. Dengan demikian, nafsu makan bisa dikontrol dan lambung tidak sakit.

“Jadi makan sedikit saja cukup dan kenyang. Mereka tetap sehat dan tidak lemas,” cetusnya.

Di tempatnya praktik di bilangan Darmawangsa, pasien hanya ditusuk pada salah satu bagian tubuhnya. Misal, hanya bagian kiri untuk telinga dan kaki. Alasannya, program ini berlangsung antara satu bulan hingga tahunan. Jadi, untuk menghindari infeksi dan bekas tusukan, penusukan dibagi secara bergantian setiap kunjungannya.

Sekali datang, penusukan ini berlangsung selama 20 menit dengan jumlah jarum minimal 20 batang. Namun, jumlah jarum bisa bertambah disesuaikan dengan kondisi pasien bersangkutan. “Jika ada masalah kesehatan, penggunaan jarum akan ditambah,” ujarnya.

Make a Comment

Make a Comment: ( None so far )

You must be logged in to post a comment.

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...