Kaki sang Dewi Sandra

Posted on June 21, 2008. Filed under: Trend |

BEAUTY is pain. Mau cantik harus mau sakit juga. Benarkah? Tidak juga. Untuk apa menyiksa diri dengan sepatu stiletto yang kata orang seksi, sementara setelah itu betis langsung bengkak.

Cantik itu bijaksana. Tepat pakai, tepat guna. Begitu juga dengan sepatu. Pemilihan sepatu hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan. Mau terlihat tinggi, tapi tidak harus jinjit, pilihannya bisa menggunakan wedges. Jenis sol tebal lebih nyaman ketimbang sol tipis bak jarum jahit.

“Namanya perempuan ya, suka maksa. Udah tahu enggak ada ukuran, tetap aja maksa,” ujar penyanyi Dewi Sandra. Awalnya dia rela sakit demi sepatu impiannya. Namun, belakangan ini dia mulai lebih bijaksana.

Dewi merasa beruntung, dia bukan wanita shopaholic yang akan menemukan kedamaian dalam berbelanja. Dia cenderung penuh perhitungan. Untuk sepatu, model adalah yang utama.

“Kalau untuk show, aku cari yang seaneh mungkin, model tidak umum, yang aku rasa must have,” beber presenter Indonesian Idol ini.

Solusinya, Dewi rajin berburu ke desainer lokal favoritnya. Lebih pada custom made yang disesuaikan dengan model pakaian. Memesan sendiri dirasa jauh lebih efektif dan memuaskan. “Saya mulai mencintai produk lokal, kualitasnya tidak mengecewakan, dan custom made,” tutur Dewi.

Sementara belanja sepatu di mal hanya untuk keperluan sehari-hari. Dia lebih suka flat shoe dengan permainan warna.

Kaki Dewi termasuk mudah beradaptasi dengan segala merek. Mau sepatu high-end, mid-end, atau low-end.Flat shoe di Melawai tuh, lima belas ribu rupiah aja,” ujarnya.

Untuk custom made, dia sangat percaya pada desainer Sally Koeswanto dan Yongki Komaladi. “Banyak perempuan yang suka Jimmy Choo, tapi saya lebih milih desainer punya karena limited, enggak banyak yang punya,” celoteh istri Glenn Fredly ini.

Perempuan modern tidak harus sadar mode, melainkan sadar budget. Tidak semua orang memiliki kemampuan belanja bak Carrie Bradshaw dalam serial TV “Sex and The City”. Mengakali budget terbatas itu, Dewi memanfaatkan momen Jakarta Great Sale.

“Pasti perempuan kalau dengar kata ?Sale’ tertarik. Tapi saya lagi fokus dengan hal lain. Mungkin nanti pas jalan-jalan ketemu yang menarik, baru saya ambil,” tandasnya.

Make a Comment

Make a Comment: ( 1 so far )

You must be logged in to post a comment.

One Response to “Kaki sang Dewi Sandra”

RSS Feed for R4TiyH gOoNg PuNy4 BlOG Comments RSS Feed

wah nda ad pemiliknya tho?


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...